Bengkel resmi apa bengkel non-resmi? buat gue koq ya sama aja. motor smash gue ya tetep aja ga enak untuk dikendarai.
motor ini pokoknya udah bolak balik masuk bengkel resmi dengan keluhan yang sama, tetap tidak ada perubahan menjadi baik. ketika coba dimasukkan ke bengkel sebelah rumah - yang bengkel umum - paling bertahan 4 harian, abis itu kembali ketidaknyamanan.
di bengkel resmi, sparepart sudah pasti original dan untuk perbaikan sparepart jelas ga ada. yang ada adalah mengganti baru. jika memang ganti baru biasanya harus 'satu blok' alias ga bisa pretelan sparepart mana yang rusak doang yang diganti.
sementara di bengkel non-resmi, bukan hanya bisa diperbaiki, tapi bisa juga diakali, dikanibal. kalaupun ganti baru, bisa ganti sparepart yang rusak aja, tapi ya itu, gue yakin bukan barang ori.
mekanik di bengkel resmi, gue yakin juga sudah mengantongi sertifikat mekanik, terdidik formal. cuma sayangnya jadinya ya by the book, ga kreatif. apa-apa yang harus sesuai manual handbook.
sementara mekanik di bengkel samping rumah ini, gue yakin juga ga bisa disebut mekanik, bisa bongkar juga paling karena sering liat, coba-coba, otodidak. mungkin ada yang mengantongi sertifikat mekanik, tapi gue yakin sebagian besar ga punya sertfifikat tersebut. banyak anak-anak tanggung yang mungkin 'ngenger' atau magang di bengkel, yang seiring waktu akhirnya ya .. menambah pengalaman, dari satu motor ke motor lain dan dari satu merk ke merk lain, dari satu tipe ke tipe lain. sementara kalo mekanik bengkel resmi, ya paling motor yang dihandle ya cuma satu merk motor doang.
jadi ya itu skill dan kreatifnya mekanik bengkel umum, karena jam terbangnya, bukan karena sertifikasi.
ada gak yang ngga tau nomor telepon 14045 itu nomer telpon apa?
buat beberapa - atau bahkan sebagian besar - orang, gue yakin langsung tau kalo itu adalah nomer telepon untuk delivery order McDonald's Indonesia.
oke.
kalau sekarang gue tanya, "nomer telepon pesan antar untuk KFC apa?"
buat yang ngejawab "14042", selamat anda telah salah sambung! :D
jadi, beberapa hari yang lalu, vanya, ngetwit "gue pengen order KFC, nelpon ke 14042 koq nyambungnya ke CIMB Niaga sih?"
gue yang ngebaca twit itu, juga heran, koq bisa salah sambung. setau gue nomer pesan KFC itu ya 14042.
dan. beberapa saat kemudian followernya vanya pun merespon, bahwa nomer telpon singe number call center untuk KFC itu 14022.
*garuk-garuk kepala yang ga gatel.
iya juga ya. kenapa bisa malah ingetnya 14042, bukannya 14022?
mungkin inilah yang namanya brand awarenes. untuk McD yang notabene punya nama besar, dan rajin beriklan nomor telpon 5 digit 14045, langsung meresap ke bawah sadar ingatan orang.
ketika restoran siap saji lain punya nomor telepon pemesanan yang 5 digit juga, asosiasinya harusnya mirip dengan nomer telpon punya McDonald's.
nah sekarang, si CIMB Niaga ini koq kenapa pakai nomor 14042, bukannya pilih nomor lain? gue ga tau sih, siapa duluan yang punya nomor 5 digit ini. McDonald's kah, CIMB Niaga kah, atau KFC kah?
tapi di otak gue, nomer telpon McD lebih nempel dari nomer telpon lainnya.
hasil googling, menununjukkah kalau 14042 ini dulunya(?) dipakai oleh Bank Lippo, dan Bank Niaga pakai 14041.
paket data internet dari provider-provider disini kemungkinan memang dirancang untuk pengguna henpon, bukan pengguna modem berbasis 3G / atau sejenisnya. ini kesimpulan yang akhirnya gue ambil setelah mengalami beberapa kendala yang terkait dengan perangkat penghubung koneksi pada paket data provider telekomunikasi.
jadi setelah berkutat dengan registrasi dan remah-remah lainya, paket data juga cenderung bermasalah setelah pemakaian. jadi, setelah beberapa lama kemudian, paket data 100ribuan yang gue pilih akan habis masa berlakunya.
dan, gue menyisakan pulsa yang cukup lumayan sekitar 50ribuan. yang emang gue persiapkan untuk membeli paket data internet yang lain.
di hari h, dimana paket data berakhir. gue sengaja dong, menghambur-hamburkan bandwith, donlod ini, youtube -an itu. dengan harapan ketika jam nya sampai, internet gue mati. dan gue akan beli paket data yang lain.
tapi apa yang terjadi. udah lewat dari jam 'penghabisan' koq internet gue ga mati? ah, bonus kali nih, gue pikir. ya terus aja gue brosing-brosing. dan akhirnya karena ada rasa ga sreg. gue coba check pulsa via web. OASTAGAAAAHHHH! pulsa gue tinggal 27ribu! langsung gue disconnect.
sialan, sialan, kena jebak deh gue. jadi setelah paket data berakhir, alih-alih si sistem mati total, atau berusaha 'membeli' paket data yang sebelumnya, dia akan otomatis menggerus pulsa yang ada. begonya gue.
okelah. 27ribu. gue pengen beli paket 50ribuan, berarti gue tinggal beli pulsa tambahan sekitar 30ribuan. setelah beli pulsa 30ribuan, dan beli paket 50ribuan, ini koq pulsa sisanya bukan 27ribuan, tapi udah tinggal ratusan rupiah.
komplen lah gue ke customer servicenya. setelah mencoba menjelaskan duduk permasalahannya, kaya'nya si CS ga mudeng apa penyebabnya.
berhubung gue juga baru banget punya kartu CDMA ini, dan gue juga masih inget berapa aja pulsa yang gue beli, dan paket data apa aja yang gue langgani.
gue malah suruh CS nya untuk ambil kertas, itung sama dia pembelian pulsa gue dan dikurangi dengan paket data yang gue langgani.
walhasil ternyata, penyebabnya adalah, gue taunya pulsa yang digerus itu bersisa 27.000 rupiah, seperti yang tampil di halaman web pengecekan pulsa. tapi pada kenyataanya sisanya tinggal ribuan rupiah doang. karena yang tercantum di web tersebut ga up to date. jadi ketika gue disconnect, pulsanya masih belum 'dihitung' keseluruhan.