orang suka sekali belanja barang mahal, tapi setelah itu sama sekali tidak berniat untuk merawatnya dengan baik. atau beli barang mahal tapi gak mau beli supporting accessories-nya.
memang sih pada intinya, biasanya barang mahal, perawatan atau aksesorisnya pasti mahal juga, tapi khan itu penting.
contoh: misalnya beli mercy - mercedes benz tapi malah nanya bensinnya irit apa engga. ... ya mbo' ya. beli mobil milyaran gitu loh! koq malah ga pengen keluar uang buat bensin tambahan.
beli henpon canggih, smartphone lah, tapi ngisi pulsanya ketengan, beli 10 ribuan.
atau
atau
mungkin dibenak para konsumer barang mahal ini, kalo beli barang mahal, yau udah sekali itu aja pengeluaran - ga pa pa mahal yang penting ga ada pengeluaran tambahan lagi.
makanya alangkah baiknya jika punya panggilan (kesayangan) khusus, dari pada panggilan general yang semua orang juga memanggil dengan panggilan yang sama.
atau jika ayah atau ibu memanggil anaknya dikeramaian publik, panggillah dengan menggunakan namanya.
minimal nama khan agak unik, dari pada manggil "kakaaaak!.." atau "adeeeek!.."
sementara mungkin yang agak bingung adalah panggilan dari suami ke istri atau istri ke suami, atau anak ke (salah satu) orang tuanya.
di indonesia sangat tidak jamak anak memanggil orangtuanya dengan nama :D
yang pertama gue perhatiin bukan isinya, tapi halaman dari bukunya, yaitu nggak ada halamannya. sehingga bagaimana bisa mengutip isi bukunya?, "silahkan lihat bukunya yoris di ketebalan 7mm dari bawah", gitu? :D :D
buku dimulai dengan membahas bahwa kreatif itu bisa diadakan. bisa dijadikan. bisa dibuat. tentu saja ada hubungannya dengan otak. yaitu dengan membiasakan mengoperasikan otak bagian kanan. alah bisa karena biasa.
kreatif juga timbul dari otak yang menyerap banyak informasi, sehingga punya bahan untuk melahirkan sesuatu dari informasi-informasi yang sudah dia punya.
salah satu yang bisa merangsang kreatifitas adalah dengan melepaskan kebiasaan. berpalinglah / lakukanlah hal yang diluar kebiasaan sehingga mendapatkan / merasakan hal-hal baru.
melakukan sesuatu diluar kebiasaan bisa juga disebut 'out of the box'. kita memandang dari lingkup diluar yang biasa, diluar si the box itu. dengan mengubah sudut pandang kita bisa melihat keseluruhan kotak dan juga lingkungan sekitar kotak tersebut.
selalu mencatat hal-hal yang keluar dari pikiran kita, karena siapa tau ide-ide tersebut merupakan hal kreatif yang perlu kita jalani / laksanakan. walaupun bukan saat ini - karena itulah perlu dicatat.
salah satu tool untuk memancing kreatifitas adalah gambar. karena otak lebih cepat bereaksi pada image dari pada tulisan atau bacaan.
setelah semua hal-hal tersebut harus sering dilatih dan dicoba. karena sebagai contoh anak-anak. mereka lebih kreatif karena mereka tidak takut salah. karena itu jika tidak pernah mencoba, bagaimana bisa kreatif. salah itu sebisa mungkin dihindari, tapi adakalanya kesalahan adalah resiko yang harus diambil untuk bisa melangkah kedepan.