astaga, udah lama ga perhatiin soal iklan di adzan maghrib pas ramadhan , sekarang ada lagi .
adzan itu harusnya jangan dijadikan komoditi jualan. entah apa yang ada di otak sales mamager teh sosro dan kepala produksi indosiar.
updated: ternyata ada iklan syrup indoffod dan nexian di adzan globaltv
jika benda pribadi tapi ditangani oleh orang lain, walhasil bisa terjadi vandalisme terhadap barang tersebut.
baru-baru ini office clerk yang regular menangani area kantor tempat gue berduduk dirotasi ke area lain, dan serta merta office clerk yang menangani area tempat gue berzona ini masih awam dengan orang-orang yang ada di area dia bertugas.
salah satu tugas office clerk dipagi hari adalah mendistribusikan gelas minum karyawan yang telah dia cuci. dan karena di area ini terdapat puluhan orang, dan si office clerk ini masih baru, walhasil dia pakai cara singkat untuk memudahkan tugasnya mendistribusikan gelas-gelas tersebut, yaitu dengan memberi label nama disemua gelas.
gue pribadi agak keberatan dengan cara tersebut, apalagi dia khan ga minta ijin untuk melabeli gelas gue, terlepas bahwa gelas gue ga bagus-bagus amat.
terus gue berandai-andai, andainya gue yang harus ngedistribusiin itu gelas, apa yang gue lakukan?
yang ada dibenak gue, ketika gue meng-collect gelas-gelas itu untuk dicuci, gue akan memetakan dikertas, nama empunya gelas ditulis dikertas, kemudian gelasnya diletakkan diatasnya.
gak efektif, tapi mengurangi vandalisme.
jadi inget ketika gue tugas di palembang, tempat kost gue menyediakan jasa pencucian baju. waktu itu disediakan keranjang untuk menaruh baju kotor.
disaat gue menerima kembali cucian gue yang udah disetrika, betapa kagetnya gue ternyata semua baju, celana, celana dalam di kasih nomor kamar kost gue. siyal. ya itu, terlepas dari pakaian gue ga bagus-bagus amat, tapi cara-cara seperti itu sih gue kategoriin vandalisme,
di beberapa tempat di jakarta, entah itu digedung perkantoran, mall, pasar, yang namanya parkiran motor (kebanyakan) sama sekali tidak motoriawi.
motor yang sudah terparkir, kadang harus digeser, digeret kesamping, supaya motor lain yang pengen parkir bisa nyelip. dan ketika proses geser-geser tersebut terkadang helm atau bawaan lain yang sedang ada di motor tersebut terjatuh.
kadang juga orang yang parkir belakangan sembarangan parkirnya, sehingga menghalangi motor hendak keluar, akhirnya geser-geser juga.
aksi geser menggeser bukan hanya terjadi di parkiran resmi. diparkiran gelap -- karena lahan parkiran minim, sementara jumlah pemarkir melebihi kapasitas, terkadang mau tidak mau harus parkir ditempat yang tidak resmi. -- apalagi, kaya'nya lebih semena-mena.
gue heran sesuper heran, plaza indonesia
yang udah ber eX dan berextention pun, tidak mampu menyediakan lahan parkiran motor, dan banyak motor diparkir dijalanan diluar pelataran gedung, yang walhasil menimbulkan efek lain seperti premanisme dan penyempitan jalan.
mungkin memang sudah waktunya, dibatasi produksi motor dan penjualannya, supaya gak berdampak ke segi/masalah lain, terutama mengenai ketertiban.
maybe related post : penitipan helm, parkiran motor, marjinal