2
Sep
2009
21:59

di beberapa tempat di jakarta, entah itu digedung perkantoran, mall, pasar, yang namanya parkiran motor (kebanyakan) sama sekali tidak motoriawi

motor yang sudah terparkir, kadang harus digeser, digeret kesamping, supaya motor lain yang pengen parkir bisa nyelip. dan ketika proses geser-geser tersebut terkadang helm atau bawaan lain yang sedang ada di motor tersebut terjatuh. 

geret geser
bekas geretan motor gue sekitar 30cm

kadang juga orang yang parkir belakangan sembarangan parkirnya, sehingga menghalangi motor hendak keluar, akhirnya geser-geser juga.

aksi geser menggeser bukan hanya terjadi di parkiran resmi. diparkiran gelap -- karena lahan parkiran minim, sementara jumlah pemarkir melebihi kapasitas, terkadang mau tidak mau harus parkir ditempat yang tidak resmi. -- apalagi, kaya'nya lebih semena-mena. 
gue heran sesuper heran, plaza indonesia yang udah ber eX dan berextention pun, tidak mampu menyediakan lahan parkiran motor, dan banyak motor diparkir dijalanan diluar pelataran gedung, yang walhasil menimbulkan efek lain seperti premanisme dan penyempitan jalan.

mungkin memang sudah waktunya, dibatasi produksi motor dan penjualannya, supaya gak berdampak ke segi/masalah lain, terutama mengenai ketertiban.


maybe related post : penitipan helm, parkiran motor, marjinal

 

Komentator

  • M Fahmi Aulia:  *sodorin formulir warga suku perut buncit,hihihi..* [~~]
  • starlight:  di sini ada yg namanya karung guni man, son...jd dia keliling[~~]
  • aldi:  ada tambahan lagi Wak Haji, kalo di Indonesia, melengnya mesti tengok[~~]
  • riza almanfaluthi:  Btw, tulisan tentang hajinya saya suka. Terima kasih banyak. [~~]
  • riza almanfaluthi:  Bukan semesta yang membuat kita menjadi orang yang paling sial atau[~~]
  • Linda:  kalo baca di bukunya stephen covey (kalo ga salah), yang membedakan[~~]
  • WaM:  alhamdulillah.. semoga bahagia n sukses selalu.. :) [~~]

Links

TagCloud