ada gak yang ngga tau nomor telepon 14045 itu nomer telpon apa?
buat beberapa - atau bahkan sebagian besar - orang, gue yakin langsung tau kalo itu adalah nomer telepon untuk delivery order McDonald's Indonesia.
oke.
kalau sekarang gue tanya, "nomer telepon pesan antar untuk KFC apa?"
buat yang ngejawab "14042", selamat anda telah salah sambung! :D
jadi, beberapa hari yang lalu, vanya, ngetwit "gue pengen order KFC, nelpon ke 14042 koq nyambungnya ke CIMB Niaga sih?"
gue yang ngebaca twit itu, juga heran, koq bisa salah sambung. setau gue nomer pesan KFC itu ya 14042.
dan. beberapa saat kemudian followernya vanya pun merespon, bahwa nomer telpon singe number call center untuk KFC itu 14022.
*garuk-garuk kepala yang ga gatel.
iya juga ya. kenapa bisa malah ingetnya 14042, bukannya 14022?
mungkin inilah yang namanya brand awarenes. untuk McD yang notabene punya nama besar, dan rajin beriklan nomor telpon 5 digit 14045, langsung meresap ke bawah sadar ingatan orang.
ketika restoran siap saji lain punya nomor telepon pemesanan yang 5 digit juga, asosiasinya harusnya mirip dengan nomer telpon punya McDonald's.
nah sekarang, si CIMB Niaga ini koq kenapa pakai nomor 14042, bukannya pilih nomor lain? gue ga tau sih, siapa duluan yang punya nomor 5 digit ini. McDonald's kah, CIMB Niaga kah, atau KFC kah?
tapi di otak gue, nomer telpon McD lebih nempel dari nomer telpon lainnya.
hasil googling, menununjukkah kalau 14042 ini dulunya(?) dipakai oleh Bank Lippo, dan Bank Niaga pakai 14041.
Hari ini pas lagi nyiapin jas untuk dipakai ke resepsi nikahnya reni, Gue terkejut pas pakai celananya. SUDAH TIDAK BISA DIKANCING LAGI!
jas ini adalah jas yang gue pake ketika nikah 5 tahun lalu, dan sekarang antar kancing celana berjarak lebih dari 5 cm! yang ada dibayangan, 10 tahun lagi, jarak antar kancing celana itu bisa 10cm lebih dunk ::d
semenjak menikah, dan menempati rumah terpisah dari orang tua, tentu saja perlu barang-barang keperluan sehari-hari di rumah tersebut.
karena masih kosong, tentu saja sebagian besar barang-barang dibeli hampir serentak. dari tv, kulkas, lemari, sofa, meja, kompor, ac dll.
yang namanya benda tentu saja ada umur pakainya. beberapa atau semua) dari barang-barang tersebut akan mencapai salah satu fase pemakaian, yaitu: rusak
buat beberapa barang, masih ada kesempatan diperbaiki. tapi, salah satu kendala memperbaiki atau mereparasi barang yang sudah lumayan berumur adalah: harga sparepartnya yang mahal, sehingga bikin berfikir ulang apa mau direparasi atau akhirnya beli baru.
sementara itu, barang yang sudah diservice rata-rata sudah tidak se-mumpuni sebelum rusak. katakanlah, sudah 70% dari ke'mampuan'nya.
tentu saja, di indonesia ini, di negeri orang kreatif, ada yang menyediakan sparepart non-original, kw, second class.
namanya juga bukan barang asli, jangan harap memuaskan, ok lah, ketika baru diganti akan mempunyai performance yang nyaris sama dengan sparepart asli. tapi daya tahannya akan jauh beda dengan yang asli.
bahkan diganti dengan sparepart asli aja belum tentu bisa mengembalikan performance nya seperti semula, apalagi yang kw ini.
kalo misalnya memilih opsi untuk beli baru, masalah lain timbul: barang lama dikemanain?
barang rusak, dihibahkan ke orang lain belum tentu mau.
makanya paling menyenangkan ketika membeli barang baru dan tokonya ada program trade in. barang lama elo dihargai ala kadarnya dengan harga yang miris.
tapi ya itu, buat apa juga nyimpen barang lama rusak, sementara barang baru udah ada.
dari sekian hal tersebut, yang paling bikin sesek adalah, ketika sebagian besar barang tersebut rusak pada waktu yang berdekatan.
walhasil pengeluaran rumah tangga untuk perbaikan atau beli baru membengkak.